Babirusa

Babirusa (Babyrousa babirussa) bukan anak hasil perkawinan babi dengan rusa. Babirusa tak jauh beda dengan babi biasa, namun memiliki taring yang menembus moncongnya, hingga tampak seperti tanduk rusa. Karena itulah hewan ini disebut babirusa. Sejak tahun 1996 hewan ini telah masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITES.

Babirusa

Babirusa termasuk binatang yang bersifat menyendiri namun sering terlihat dalam kelompok-kelompok kecil dengan satu babirusa jantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya.

Babirusa hidup di hutan hujan tropis. Mereka suka berkubang dalam lumpur dan menyukai tempat-tempat yang dekat dengan sungai atau kubangan lumpur di hutan dataran rendah. Babirusa tersebar di seluruh Sulawesi bagian utara, tengah, dan tenggara, serta pulau-pulau Togian, sula, dan Buru. Di Sulawesi Utara, terdapat dua anak-jenis Babirusa yakni Babyrousa babyrussa babyrussa dan Babyrousa babyrussa celebensis. Satwa langka endemik Indonesia ini suka berkubang dalam lumpur sehingga menyukai tempat-tempat yang dekat dengan sungai.

Babirusa dan habitatnya

Tampilan fisik babirusa juga mirip babi biasa. Kulitnya kasar, dengan warna keabu-abuan, dan hampir tak berbulu. Panjang tubuhnya sekitar 85 sampai 100 sentimeter, tingginya antara 65 sampai 80 sentimeter, dan bobotnya mencapai 100 kilogram. Tubuh tidak tertutup oleh mantel rambut hanya nampak lipatan-lipatan kulit berwarna hitam abu-abu sedang di bagian perut tampak lebih terang dari bagian lainnya. Ekor babirusa tergolong pendek, yaitu sekitar 25 sampai 30 sentimeter. Taring atas Babirusa tumbuh menembus moncongnya dan melengkung ke belakang ke arah mata. Taring ini berguna untuk melindungi mata hewan endemik Indonesia ini dari duri rotan.

KLASIFIKASI

Kerajaan : Animalia
Filum       : Chordata
Kelas        : Mammalia
Bangsa     : Artiodactyla
Suku         : Suidae
Marga      : Babyrousa
Jenis        : Babyrousa babyrussa

Di habitat aslinya, babirusa sebenarnya omnivora. Mereka memakan segala jenis buah-buahan, ubi-ubian, larva serangga, cacing, molusca, dan binatang kecil lainnya. Babirusa mencari makan tidak menyuruk tanah seperti babi hutan, tapi memakan buah dan membelah kayu-kayu mati untuk mencari larva lebah.  Babirusa menyukai buah-buahan seperti mangga, jamur, dan dedaunan.

Babirusa betina hanya melahirkan sekali dalam setahun dengan jumlah bayi satu sampai dua ekor sekali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Selah melahirkan bayi babirusa akan disusui induknya selama satu bulan. Setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Hewan endemik ini dapat bertahan hingga berumur 24 tahun.

Jika mengahadapi bahaya terhadap pemangsa, Babirusa akan menyelamatkan diri dengan cara terjun ke jurang, sungai atau lumpur. Hal ini memang akan mengakibatkan kematian. Jika dalam keadaan terpaksa, dia akan berani menyerudukkan kepalanya.

Mereka sering diburu penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh karena merusak lahanpertanian dan perkebunan. Populasi hewan yang juga memangsa larva ini kian sedikit hingga termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi. Jumlah mereka diperkirakan tinggal 4000 ekor dan hanya terdapat di Indonesia.

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: