Dara Mahkota

Goura, Mabruk, atau Dara mahkota adalah salah satu genus di dalam suku burung merpati Columbidae, yang hanya ditemui di hutan dataran rendah pulau Irian dan beberapa pulau disekitarnya.

Dara Mahkota

Klasifikasi ilmiah :

Kerajaan : Animalia
Filum       : Chordata
Kelas        : Aves
Bangsa    : Columbiformes
Suku        : Columbidae
Marga     : Goura
Jenis       : Goura cristata, Goura victoria, dan Goura scheepmakeri.

Genus Goura terdiri dari tiga spesies burung dara mahkota yang hampir serupa dan berukuran besar. Burung-burung dalam genus ini memiliki bulu berwarna biru keabu-abuan dengan jambul berbentuk kipas. Burung-burung itu adalah Mambruk Ubiaat (Goura cristata), Mambruk Victoria (Goura victoria), dan Mambruk Selatan (Goura scheepmakeri). Pembedaan jenis dari ketiga Dara Mahkita ini adalah berdasarkan bentuk jambul yang ada di kepalanya itu.

1. Mambruk Ubiaat (Goura cristata)

Burung Dara Mahkota atau Mabruk Ubiaat dikenal juga sebagai Mambruk Barat, Mambruk Biasa atau Mambruk Mahkota Biru. Dalam bahasa Inggris disebut Blue Crowned-pigeon, Common Crowned Pigeon, Great Goura, Western Crowned-pigeon, Western Crowned Pigeon, atau Western Crowned-Pigeon. Dalam bahasa latin (ilmiah) dinamai Goura cristata. Burung ini hidup di bagian barat pulau Papua dan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti pulau Waigeo, Salawati, dan Bantata. Juga mengalami introduksi ke pulau Seram, Maluku.

Mabruk Ubiaat

Burung berwarna biru keabu-abuan ini berukuran cukup besar dengan ciri khas mahkota seperti renda di atas kepalanya serta bulu gelap di sekitar matanya. Baik jantan maupun betina memiliki ukuran dan bentuk yang sama, akan tetapi jantan biasanya berukuran lebih besar. Ukuran rata-ratanya adalah panjang 70 cm (28 inci) dan berat 2.100 grams (4,6 lbs).

Burung ini berkerabat dekat dengan Mambruk victoria dan Mambruk selatan, semuanya adalah jenis yang terbesar sekaligus yang tercantik dalam keluarga merpati (Columbidae). Mambruk ubiaat adalah hewan endemik Papua Indonesia, karena hanya ditemukan di hutan hujan dataran rendah di bagian barat Pulau Papua di wilayah Indonesia; jenis lain Mambruk menghuni bagian lain dari pulau ini. Makanan utama burung ini adalah buah dan biji-bijian.

2. Mambruk Victoria (Goura victoria)

Burung Mabruk Vitoria dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Victoria Crowned-pigeon, Victoria Crowned Pigeon, Victoria Crowned-Pigeon, atau Victoria Goura. Nama latin hewan ini adalah Goura victoria. Populasi Mambruk Victoria tersebar di hutan dataran rendah, hutan sagu dan hutan rawa di bagian utara pulau Irian, yang juga termasuk pulau Yapen, pulau Biak, dan pulau-pulau kecil disekitarnya.

Mabruk Victoria

Burung dara mahkota victoria (Goura victoria) berukuran panjang 74 cm. Bulunya berwarna biru keabu-abuan dengan jambul seperti kipas yang ujungnya berwarna putih. Bulu dada merah marun keunguan, paruh abu-abu, kaki merah kusam, dan garis tebal berwarna abu-abu di sayap dan ujung ekornya. Di sekitar mata terdapat topeng hitam dengan iris mata berwarna merah.

Mambruk Victoria adalah spesies terestrial. Burung ini mencari makan di atas permukaan tanah. Pakan burung Mambruk Victoria terdiri dari aneka biji-bijian dan buah-buahan yang jatuh di tanah. Spesies ini biasanya hidup berpasangan atau dalam kelompok.

Nama dari spesies ini memperingati seorang ratu Inggris, Victoria dari Britania Raya.

3. Mambruk Selatan (Goura scheepmakeri)

Mabruk Selatan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Maroon-breasted Crowned-pigeon, Masked Goura, Scheepmaker’s Crowned-pigeon, Southern Crowned-pigeon, Southern Crowned Pigeon, atau Southern Crowned-Pigeon. Nama latin burung ini adalah Goura scheepmakeri. Burung Dara Mahkota ini hidup di pulau Papua (Indonesia dan Papua Nugini) bagian selatan dan tenggara.

Mabruk Selatan

Ukuran tubuh burung Mabruk selatan yang Jantan 68 – 73 cm,sedangkan yang betina 66 – 70 cm dengan berat 2.,25 kilogram. Bulunya berwarna biru keabu-abuan pucat dengan jambul rumit berenda berwarna biru polos. Iris mata dan bulu dada berwarna merah manggis. Proporsi warna bulu abu-abu dan hitam merupakan variasi individu. Dibandingkan dengan jenis Mambruk yang lain, bulu abu-abu lebih pucat dengan ujung merah-manggis, terutama populasi  yang di bagian selatan.

Bersuara “hooom” yang dalam dan bergema namun hanya hanya dapat di dengar dari jarak yang sangat dekat. Diulang-ulang oleh anggota kawanan yang berkelompok. Hidup bergerombol dalam kelompok kecil di dataran rendah yang datar sampai ketinggian 500 mdpl.

Penduduk asli Papua memburu burung ini diburu untuk dimakan dan mendapatkan bulunya yang indah dan berwarna biru. Dikarenakan ia kehilangan habitat, sebarannya yang terbatas, dan perburuan, ketiga jenis burung dara mahkota ini dikategorikan sebagai burung berstatus vulnerable oleh IUCN Redlist dan didaftar juga dalam Apendiks II CITES. Iapun termasuk binatang yang dilindungi di Indonesia berdasarkan PP No 7 Tahun 1999.

Advertisements
Categories: Uncategorized | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: